Menyiapkan Diri dan Keluarga, Menyambut Ramadhan

Februari 23, 2023

 


Kira-kira 27 hari lagi Ramadhan akan datang, mengisi waktu-waktu kami, tak terasa setahun sudah melewati perjalanan penuh hikmah. Hari ini, Kamis 23 Februari 2023 aku memutuskan untuk berpuasa sunnah setelah lama sekali tidak menikmati ibadah yang satu ini. Jujur, sejak Ramadhan terakhir tahun lalu, aku lupa kapan terakhir kali berpuasa sunnah. Bulan-bulan sebelumnya kami habisnya dengan berbagai macam kesibukan mulai dari mencari kontrakan, menyelesaikan skripsi, kontrol kehamilan, serta recovery pasca kecelakaan.

Puasa sunnah hari ini, rasanya berbeda, hati jauh lebih tenang, pikiran lebih terang dari pada hari-hari sebelumnya. Memang beberapa hari kemarin aku merasa sedikit “penuh” akan berbagai hal, dan aku yakin istri pasti juga merasakan hal serupa karena kesibukan sebagai new parent. Motivasi berpuasa hari ini sebenarnya berawal dari kajian yang kutonton beberapa hari lalu, judulnya Fikih Prioritas Dalam Beramal di Bulan Ramadhan yang disampaikan oleh Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri. Salah satu inti yang kudapat dalam kajian itu adalah, bahwa pada bulan suci esok, salah satu faktor yang mendukung sukses tidaknya kita memaksimalkan ramadhan adalah bagaimana kita memulainya. Dan kunci utama mendapatkan start yang bagus adalah persiapan dari hari-hari sebelumnya. Banyak semangat dan pantikan dalam kajian itu, dalam hatiku ingin sekali ku memaksimalkan kesempatan kali ini bersama istri dan putri kecil kami.

Oiya, mengenai puasa hari ini, selain menjadi merasa lebih tenang, banyak hal positif lain yang aku rasakan pula. Salah satunya, entah kenapa, menjadi sangat bersyukur terhadap segala rezeki dan takdir yang diberikan oleh Allah. Salah satunya adalah rezeki dipertemukan dan dijodohkan dengan istriku, Ayu. Ketika siang hari, sambil bekerja, tIba-tiba ingin kulihat koleksi foto-foto kami dan mengenang semangat kami sebagai keluarga penuh impian. Dalam hati ku berkata setiap melihat foto kami “Hm, cantik banget ya istriku” wehehe. Jadi kangen deh. Ya begitulah, dan banyak syukur-syukur lainnya. Alhamdulillah, memang terkadang untuk kembali merasakan nikmat kita hanya perlu “kembali” lagi, mendekat kepada-Nya.

Karena sudah memiliki banyak stok semangat, mari kita ukir lagi jalan amal kebaikan menuju bulan ramadhan, ketika ramadhan, dan seterusnya. Bismillah

You Might Also Like

0 komentar